Ya, minatku adalah menjadi Programmer dengan menempuh pendidikan Komputer, namun Allah berkata lain. SNMPTN dan UM berbagai Universitas sudah dicoba, dan ternyata bukan rejekiku untuk belajar Komputer. Hingga akhirnya aku memilih Arsitektur-D3. Mata kuliah yang identik dengan gambar sedangkan aku ga bisa nggambar, itu saja D3. Dalam benakku saat itu, yang penting kuliah dan kerjanya depan laptop. Se-simple itu alasanku masuk D3 Desain Arsitektur, UNDIP.
Tahun pertama aku kuliah, hampir sama seperti yang lain, ingin mencoba ikut SNMPTN tahun selanjutnya demi masuk ke Jurusan yang di idamkan. Namun aku teringat kata-kata dari Guru SMP,
"San, nanti kalo kamu cari sekolah ga perlu yang bagus banget, yang penting kamu bisa bermanfaat dan berkembang disitu."Bukan karena aku putus asa dan malas mencoba, namun aku pikir lagi. Jika aku mendaftar lagi, maka orang tua akan mengeluarkan biaya lagi. Dan disini aku pun tidak buruk-buruk amat, masih bisa mengikuti makul dengan baik. Akhirnya aku lanjutkan pendidikan D3 Desain Arsitektur itu sampai lulus.
Selama aku menempuh pendidikan di D3-Arsitektur, aku cukup membuktikan perkataan guru SMP-ku tadi. Disini aku banyak mendapat pengalaman berharga yang mungkin apabila aku kuliah di tempat lain tidak akan mendapat pengalaman sebaik ini. Intinya,
"Syukurilah, karena apapun yang diberikan Allah kepada kita tidak ada yang tanpa alasan, dan pasti yang terbaik. Selama ibadah kita tetap jalan lho ya. Jangan sampai kita ibadah aja tidak, musibah dianggap cobaan. Hehe"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar