Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Story. Tampilkan semua postingan

Mapan?

  • 0
Menurut KBBI, Mapan artinya adalah baik, mantap, stabil, tidak goyah. Jika mapan dalam kehidupan sehari-hari identik dengan pekerjaan yang baik, memiliki rumah dan kendaraan pribadi, rasanya definisi mapan menjadi terkesan materialistis. Padahal yang namanya pekerjaan, rumah, dan materi lainnya hanya bersifat sementara dan semu, yang sewaktu-waktu bisa sirna dalam sekejap, lalu jikalau sudah begitu masihkah bisa dikatakan mapan?

Fenomena yang sering ditemui misalnya saat perempuan memiliki kriteria mencari lelaki yang mapan. Maka perlu ditanyakan, definisi mapan yang seperti apa? Jikalau tolok ukurnya materi, maka tak akan pernah bisa mapan hidup kita. Bukankah manusia tak pernah puas dengan materi duniawi?

Ada kisah...
Suatu hari saya bertanya pada sahabat saya yang sudah menikat saat umur 21 tahun. Dia masih kuliah, bahkan istrinya pun masih kuliah sehingga tidak tinggal satu atap alias LDR. Kok berani sekali menikah? Padahal belum 'mapan' lho. Lalu dia menjelaskan "Saya dari dulu ingin menikah diniatkan untuk ibadah, setelah menikah saya jadi tenang. Kalo yang namanya rumah, mobil, dll itu sudah pasti siapa yang tak mau, tapi bukan itu tujuan utamanya. Istri saya hanya mensyaratkan bisa membimbing dan bertanggungjawab, bahkan dia pun mau jikalau harus tidur beralaskan tikar saja, asal sama saya."

Hey, bukankah itu romantis? :D

Ada yang berpendapat juga "Tapi ya realistis lah, mau resepsi pakai apa, makan pakai apa, menyekolahkan anak-anak pakai apa, dan kekhawatiran materi lainnya". Sahabat saya tadi juga bercerita "Nikah itu murah dan mudah asal niat dan ga gengsi. Jangan berkata begitu, setiap makhluk sudah ada rejekinya, bahkan manusia ga akan mati sebelum rejekinya habis. Jangan meragukan Tuhan. Asal berusaha dan berdoa InsyaAllah ada. Dan sudah naluri lelaki normal dia akan punya keinginan untuk membahagiakan keluarganya".

Begitulah... Kadang rejeki tidak bisa dilogika secara matematis... Hehe...

Jikalau boleh menyimpulkan, Mapan datangnya dari hati. Dan semua orang normal pasti ingin mapan. Ibadah dan bersyukur mungkin salah satu kunci menjadi mapan yang berkah dunia akhirat. Yang terpenting adalah bertanggung jawab dan bisa saling membimbing dalam kebenaran. Karena jika mapan diukur dari materi, ada kok yang mapan tapi tak bertanggung jawab, ada juga yang tak mapan tapi bertanggung jawab, dan InsyaAllah ada juga kok yang mapan dan bertanggung jawab pula.

Yuk, semangat menjadi Mapan yang berkah dunia akhirat. Hehe..

#CMIIW #Opini

Air dan Batu

Ayah : Nak, coba ambil batu pipih itu.
Anak : Untuk apa ayah?
Ayah : Letakkan di bawah tetesan air itu.
Anak : Baik ayah, tapi untuk apa?
Ayah : Sudahlah...

Berhari-hari berlalu,,,

Ayah : Nak, kemarilah.. Coba kau lihat batu yang kemarin.
Anak : Wah bentuknya berubah, seperti cekungan.
Ayah : Ya benar sekali, Nak. Batu itu lapuk karena tetesan air.
Anak : Lalu?
Ayah : Coba sekarang ambil patu pipih yang lain.
Anak : Ini ayah, untuk apalagi?
Ayah : Coba siram batu itu dengan gayung.
Anak : Berapa banyak?
Ayah : Sampai batu itu berubah bentuk cekung seperti batu yang tadi.

Beliter-liter air anak itu menyiram batu dengan gayung,
Namun batu tak kunjung berubah.

Anak : Ayah, aku menyerah. Lelah...
Ayah : Nah, begitulah, Nak. Dalam mencapai sebuah tujuan harus memiliki strategis, usaha yang konsisten meskipun sedikit demi sedikit seperti tetesan air. Jikalau terlalu bernafsu, kau hanya akan dibuah lelah oleh tujuanmu itu. Bersabar, Ikhtiar, Bersyukur, dan Ikhlas.

Nyapu Yang Bener Biar Jodohnya Baik

  • 0
Pernah denger kalimat
"nyapu yang bener, yang bersih, biar besok dapet istri yang baik dan cantik"?

Bagi yang hidup di desa seperti saya, kalimat tersebut sering terdengar ketika kita sebagai anak melakukan pekerjaan rumah yaitu 'menyapu lantai'. 

Lantas ada hubungan apakah antara menyapu dengan jodoh? Ini semacam fatamorgana kehidupan yang penuh misteri. Hmmmm...

Saya coba menganalisis dengan versi ngawur saya untuk mendalami makna kalimat tersebut. Menurut pengamatan saya yang penuh fantasi ini, menyapu merupakan salah satu ekspresi diri seseorang yang dapat mencerminkan perilakunya. Lho kok bisa? 

Begini ceritanya...

Ada beberapa fase dalam menyapu yang mungkin berkaitan dengan karakter seseorang. Sekali lagi saya peringatkan, ini hanya fantasi freak saya saja. Tolong jangan dibawa serius yang berlebihan apalagi sampai mengaku-ngaku sebagai korban LGBT (Lo Gaul Banget Tjoy!)

#1 Di sekolah rajin nyapu, di rumah jarang
Pernah? Saya pernah. Masa-masa ketika piket sekolah rajin banget nyapu kelas, sedangkan kalo di rumah jarang, sekali nyapu di rumah itupun harus melalui perang dunia dulu sama mamah. Nah, tipe-tipe seperti ini biasanya ada di masa anak-anak dan abg alay, dimana mereka butuh pengakuan, perhatian, dan pujian dari luar. Kalo udah dewasa masih dalam tahap ini, berarti masuk dalam kategori pencitraan. Yang penting orang lain memandang gue bagus, orang sendiri mah biarin. Wkwk... 

#2 Rajin nyapu cuma yang keliatan doang
Pernah? Saya pernah (lagi). Masa-masa ketika kita sudah mulai sadar bahwa menyapu adalah salah satu bentuk pengabdian dan tanda balas jasa kita terhadap orang tua. Namun pada fase ini level menyapu kita masih setengah ikhlas atau belum expert (beda tipis). Sehingga yang terjadi adalah sekilas rumah tampak bersih tapi ternyata dibagian kolong meja masih kotornya naudzubillah. Nah, tahap ini merupakan proses transisi dimana seseorang perlu belajar dan perlu dibimbing dalam kebenaran supaya tahu bagaimana seharusnya. Kalo udah berpengalaman, udah tahu, tapi masih dalam tahap ini, berarti masuk dalam kategori cuek bebek alias yang penting udah keliatan bersih bodo amat yang ga keliatan. Hmmm... Luarnya oke, dalemnya... hmmm...

#3 Menyapu tapi kotorannya dibuang ditempat yang kurang tepat
Pernah? Saya pun pernah. Fase ketiga ini setelah melalui fase pertama dan kedua, namun rasa malas masih sedikit ada dalam diri kita. Melakukan proses menyapu dengan baik, tapi mengakhirinya kadang kurang pas. Misal menyapu dengan 'ngumpetin' kotorannya ke sela-sela yang tak terlihat, atau menyapu tapi kotorannya tidak dibuang ditempat yang seharusnya (dikumpulin doang tapi ga dibuang ditempat sampah), atau yang paling parah kalo dikosan anda menyapu lalu kotorannya dibawa ke kamar sebelah. -__- Parah. Nah, fase ini merupakan fase dimana seseorang mulai menyadari betapa pentingnya sebuah proses dan totalitas namun kadang masih sulit untuk mengakhirinya dengan baik (mungkin karena kurang pengalaman).

#4 Menyapu lantai dengan bersih lalu dilanjut dengan mengepel lantai
Pernah? Saya belum sehebat ini. Hahaha.... Ini adalah fase tertinggi dari menyapu. Melakukan segalanya penuh kesadaran dan totalitas. Mulai bisa menata emosi, mengatur waktu, dan melakukan sesuatu yang terbaik sebisa mungkin.

Lalu lalu lalu? Apa hubungannya dengan jodoh?

Oke, sekarang kita cermati Al-Quran surat An-Nuur ayat 26 yang artinya kurang lebih :

"Wanita yang baik adalah untuk lelaki yang baik. Lelaki yang baik untuk wanita yang baik pula (begitu pula sebaliknya). Bagi mereka ampunan dan reski yang melimpah (yaitu Surga)" ~ QS. An Nuur : 26
Dari ayat diatas dikaitkan dengan filosofi menyapu tersebut maka kita dapat mengambil hikmahnya. 

Menyapu bukan sekedar menyapu, menyapu dapat mencerminkan karakter kita. Jika karakter kita baik, maka diharapkan mendapatkan jodoh yang baik pula. Dan sebaliknya, jika kita ternyata memiliki karakter yang kurang baik, maka dikhawatirkan akan mendapat jodoh yang kurang baik pula. 

Jika ingin memiliki pasangan penuh pencitraan, maka cukup lakukan kebiasaan menyapu nomor #1. Jika ingin memiliki pasangan yang pandai menata emosi, mengatur waktu, dan melakukan yang terbaik, maka lakukan kebiasaan menyapu nomor #4. Kurang lebih seperti itu...

Orang jaman dahulu kalo memberi sebuah filosofi kadang ada benarnya juga. Tapi bukan berarti kita hidup untuk menyapu terus supaya dapet jodoh yang baik ya. Hahahaha... Diiringi dengan ketakwaan, keilmuwan, kemapanan, kedewasaan, kebijaksanaan, dan kebaikan-kebaikan lainnya.

Begitu.
^_^ 

Jangan Ubah Impiannya

  • 0
Setiap orang memiliki rencana hidupnya masing-masing. Dan setiap orang sudah selayaknya memiliki rencana masa depan, tujuan, cita-cita, atau impian yang terpatri dalam jiwa. Namun, pernahkah kita mengalami suatu hal yang memaksa kita untuk mengubah rencana yang sudah kita susun tersebut? Saya yakin hampir semuanya pernah. Pernah merasakan suatu masa dimana kita mau tak mau memaksa kita untuk berbuat diluar rencana.

Lalu pertanyaanya,
Jika kita menghadapi situasi yang memaksa kita untuk melakukan hal diluar rencana, mana yang kita pilih? Mengubah tujuan (cita-cita dan impian) atau mengubah rencananya?

Jawabannya tak ada yang salah, semuanya pilihan anda. Choose your choice.

Tapi jikalau saya boleh memilih, saya akan memilih untuk menyesuaikan rencana dengan tujuan yang sama. Karena jika kita mengubah tujuan (entah tujuannya lebih baik atau tidak), kita otomatis akan mengubah rencananya. Namun jika tujuannya tetap, kita bisa menyesuaikan rencana sesuai dengan situasi dan kondisi yang kita hadapi.

Ibaratnya gini, saya memiliki tujuan ke Jakarta untuk megunjungi Monas. Awalnya saya berencana menggunakan pesawat yang cepat dan nyaman. Namun apa boleh buat, cuaca sedang buruk musim ini. Penerbangan tidak memungkinkan. Lalu pilihannya, saya tidak jadi berangkat, berangkat ke kota lain (padahal saya ingin mengunjungi Monas), atau saya menggunakan transportasi lain seperti bis? Atau justru menunda hingga waktu yang tak pasti? Kalo saya pilih menggunakan transportasi lain. 

Contoh lain kita lagi mudik nih, lalu pantura macet total puluhan kilometer. Pilihannya kita menikmati macet, atau berusaha mencari jalan alternatif meskipun sedikit lebih lama dan mungkin sedikit lebih melelahkan?

Begitulah, setidaknya usaha untuk memperjuangkan tujuan yang tetap, dengan jalan yang berbeda, dengan waktu yang relatif lebih pasti. Tapi bersiap sedialah jikalau ternyata jalan darat pun terdapat kemacetan. Karena tak ada rencana manusia yang sempurna. Sebaik-baik rencana ialah rencana Allah SWT. Namun setidaknya kita terus berusaha melakukan yang terbaik dan berdoa (ikhtiar).

Tetap semangat dalam menjalani hidup ini, Bro !

"Jangan ubah impiannya, tapi ubah strateginya. Jangan ubah tujuannya, tapi cari jalan alternatifnya."

Suka Duka Mahasiswa Ekstensi / Transfer

Tak terasa hampir 2 tahun saya berada di Kota Solo. Meneruskan bangku kuliah di sebuah universitas swasta yang cukup ngehits di Solo. FYI, dulu saya lulusan D3 disebuah universitas negeri yang lumayan eksis di Semarang. Ada beberapa suka duka yang saya alami selama saya kuliah di Solo. Tulisan ini bukan bermaksud untuk membandingkan, menyindir, atau mengandung unsur lain selain curhat dan sharing pengalaman saya.

#1 Adaptasi lingkungan dan penyesuaian mata kuliah
Ini adalah salah satu tantangan (terserah mau dibilang suka atau duka). Menjadi mahasiswa baru di kampus baru yang padahal kita tergolong mahasiswa lama mengharuskan kita beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Kampus baru, teman baru, dosen baru, dan mata kuliah baru yang sama sekali kita belum tahu. Dan menjadi hal yang menarik ketika kita belajar dengan mahasiswa yang sejatinya adalah adik kelas namun memiliki kompetensi yang lebih daripada kita. Disini kita belajar untuk menghilangkan gengsi, terbuka, dan belajar dengan siapa saja. Nice...

#2 Merasa asing dan terasingkan
Wajar untuk beberapa minggu pertama mahasiswa pendatang merasa asing, ya paling kenal beberapa orang saja. Itupun mungkin yang paling eksis di angkatan, komting atau ketua hima misalnya. Disini kita sebagai tamu harus menjadi tamu yang baik, harus menghormati siapapun tanpa terkecuali. Okelah kita di kampus lama bisa jadi senior bagi junior kita, tapi di kampus baru hilangkan sifat itu. Bersikaplah rendah hati dan terbuka dengan siapa saja. Hingga akhirnya kita akan menemukan banyak teman baru yang ga kalah seru. Aseekk...

#3 Friends and Haters
Entah fenomena apakah ini, semoga hanya saya saja yang merasakannya. Okelah kita punya banyak teman baru yang seru, gokil, asiklah. Tapi lambat laun ada saja beberapa oknum yang ternyata kurang nyaman dengan keberadaan kita. Ada yang bilang kita dipandang 'spesial', selalu mendapat nilai bagus, menjadi perbincangan dosen, dan hal-hal lain yang saya kira wajar sebagai mahasiswa kita melakukan yang terbaik. Tapi tenang saja, haters merupakan teman yang terlalu perhatian, bahkan hal-hal yang kita tidak perhatikan justru mereka pikirkan. Ambil positifnya, tetap rendah hati, tak perlu terbawa suasana yang kurang menyenangkan. Enjoy your life with your friends and haters too... Karena ketika keluar dari kampus, semuanya sama-sama akan menjadi partner dalam dunia kerja. Setuju? Jos.

#4 Tingkatkan kualitas 
Berada di kampus baru dengan pelajaran yang baru membuat kita harus pandai-pandai mengatur waktu terutama waktu belajar. Mengejar ketertinggalan kita yang minim akan wawasan yang belum kita dapat di bangku D3. Pilihannya cuma 2, tingkatkan kualitasmu agar dapat menyesuaikan iklim belajar yang semakin baik, atau tetap pada kualitasmu sekarang dan menikmati ketertinggalan dengan penuh penyesalan. Kalo saya memilih untuk berusaha meningkatkan kualitas diri. Kalo kamu?

Ya sekiranya itu saja kurang lebih.
Terima kasih untuk semua teman-teman yang telah mensupport saya hingga akhirnya bisa lulus dari kampus tercinta. Baik kampus lama maupun kampus baru. See you on top guys ! :D

Sekedar tips buat yang mau Kuliah

  • 0
Sebagai salah satu mantan mahasiswa yang biasa saja, nampaknya ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada kalian yang hendak menempuh kuliah. Baik kuliah mahasiswa baru, mahasiswa transfer D3 ke S1 (seperti saya), maupun jenis mahasiswa lainnya.

Ada baiknya dibaca dalam keadaan sadar dan terbuka. Jangan sampe bacanya sambil ngigau, ngantuk, apalagi galau mikirin mantan yang udah punya pacar baru sedang kamu masih njomblo. *eh. Skip.

Oke, ini tips dari saya buat yang mau Kuliah. Ini tips biasa, kalo udah tau ya Alhamdulillah.
Oia, kalo ada yang salah luruskan ya.... :)

#1 LURUSKAN NIAT !
Ini paling penting, cek lagi kamu niat kuliah ga. Kalo ga niat mending gausah kuliah daripada ngabisin duit orang tua. Nah, kalo soal niat, niatkanlah yang pertama yaitu kuliah untuk beribadah. Yes ! Ibadah bro ! Bukan buat dugem, ganti-ganti pacar, jadi mahasiswa cuek, dan sebagainya. Kuliah cari ilmu, cari teman, cari pengalaman, dan semata-mata untuk ibadah kepada Tuhan.

#2 JANGAN HANYA MENGEJAR IJASAH !
What the hell with you yang kuliah cuma ngejar ijasah ! Apalagi yang sertifikatnya beli, nembak, dan sebagainya. *ups. Kalo merasa kurang bisa, ya belajar dan mencoba. Dan inget, kuliah itu cari ilmu, cari teman, cari pengalaman. Bukan ngejar ijasah dan cepat lulus. Okeh bro ?! :D

#3 USAHAKAN NILAI YANG TERBAIK
Yes, kuliah itu ada yang namanya IPK. Nah silahkan kalian berusaha untuk mendapatkan nilai yang TERBAIK YANG KALIAN BISA. Jadi bukan berarti kalian jadi mahasiswa yang kudu perfect yang IPK-nya kudu diatas 4,0. Yang kalian bisa, lakukan aja. Kuncinya kalo mau IPK bagus itu : rajin konusltasi dosen, rajin membaca, rajin mencoba, jangan lupa berdoa dan lupain deh mantan yang bikin galau.

#4 BERMAINLAH ! BERGAULAH ! TERBUKALAH !
Jadi mahasiswa jangan cuma di kos kampus doang. Main bro ! Dunia ini luas. Bermain yang positif lho ya? Jangan bermain yang enggak-enggak misalnya mainin hati orang. *eh. Maksudnya bermain, bergaul, dan terbuka itu kalian gausah menutup diri. Nikmati aja suasana kelasnya, berbaur dengan semuanya. Jangan ngeblok kaya geng kecoa sama geng kodok, yang kecoa dari kota sini yang kodok dari kota sono, dll. Berbaur aja. Kekeluargaan bro ! Ga perlu jaim... dan Be Yourself ! :D

#5 BERORGANISASILAH ! SEWAJARNYA
Ini penting banget ! Tapi jangan over. Kenapa penting? karena dengan berorganisasi kita bakal dapet hal yang tidak kalian dapat di bangku kuliah. Berorganisasi juga bakal nambah temen dari kampus lain kalo misal organisasinya selain di jurusan. TAPI ! GAUSAH IKUT-IKUTAN PARTAI DIKAMPUS APALAGI ORGANISASI YANG ANEH-ANEH. Organisasi yang biasa aja, semacam Himpunan Mahasiswa, BEM Fakultas, UKM. Kalo udah ketingkat yang lebih tinggi apalagi organisasi luar kampus, kalian kudu siap mental. Jangan sampe terbawa kedalam hal-hal yang kurang baik.

#6 BE YOURSELF  !
Kuliah ga perlu caper, ga perlu jadi orang lain biar dilirik. Jadi dirimu sendiri aja. Tingkatkan kualitas dirimu saja. Tentu saja hal-hal yang positif.

#7 MEMBACA DAN BERTANYA !
Ini yang aku sesalkan saat kuliah (di D3) dulu. Aku jarang membaca dan bertanya. Akhirnya sekarang aku harus berusaha menambah wawasan semaksimal mungkin. Nah buat kalian yang masih kuliah, biasakan membaca terutama mengenai hal sesuai dengan jurusanmu. Biasakan ! COBA ! dan BERTANYA PADA DOSEN ! Saat kuliah ada hal yang tidak kamu ketahui walau itu sepele, TANYAKAN SAJA ! Maka dosen yang baik pun akan menjelaskanmu hingga kamu paham. Jangan sia-siakan kesempatan.

#8 COBA SEGALA KESEMPATAN
Ada beasiswa luar negeri ga bisa bahasa inggris? SIKAT AJA ! USAHA !
Ada lomba atau sayembara? HAJAR AJA ! Jangan kaya aku yang jarang ikut beginian. Eh ternyata di dunia profesional pengalaman bersayembara seperti ini menjadi hal yang diperhitungkan.

#9 SAYANGI KAMPUS DAN SEISINYA !
Ini yang ga kalah penting. Yaitu sayangilah kampusmu, dosenmu, dan teman-temanmu. Merekalah yang menemani masa sulitmu sebagai mahasiswa. Yang menemanimau dari orang yang lugu, menjadi sedikit lebih berilmu. Mulai dari masa orientasi hingga wisuda. Kenalilan teman-teman sejurusanmu minimal, hormatilah dosenmu, dan kenanglah semua setiap kejadian seru dan menarik yang terjadi dikampusmu.

#10 REMEMBER YOUR FAMILY
Gausah pacaran bro buat cari semangat. Langsung nikah aja begitu lulus. Jadikan keluarga sebagai pemacu semangatmu. Ingatlah ayahmu yang bekerja keras untukmu, ingatlah ibumu yang selalu berdoa untukmu, ingatlah saudara kakak atau adikmu yang selalu menunggumu dirumah dengan penuh kejutan. Sayangilah mereka. Jadilah manusia yang berakhlak, berilmu, dan bermanfaat. Karena sebaik-baik manusia adalah dia yang bermanfaat.

Begitu bro 10 tips dari saya... Ya masih banyak sih pengalaman lain... Cuma segitu dulu aja...
Maaf kalo ada salah kata, salah ucap yang menyinggung teman-teman semua...

"Jadilah bermanfaat untuk banyak orang, berusaha semaksimal mungkin, belajar segiat mungkin, membaurlah dengan kawan, carilah teman baru disetiap kesempatan, dan selalu iringi langkahmu dengan doa serta niatkan selalu untuk beribadah kepada Allah SWT."

Good Luck Mahasiswa ! :D

Kata Radio

Katanya Radio kalo pacaran mau langgeng itu harus jaga jaga komunikasi, perhatian, saling mengerti, dan saling memahami.

Mungkin bisa ditambahkan hubungan bisa langgeng jika penuh kepastian, kejujuran, dan ada hal yang sama-sama diperjuangkan. Kebanyakan pacaran jarang ada kepastian, sering ada kebohongan, dan perjuangan pun bisa menjadi hal yang membosankan. If you know what I mean.
Pasang iklan di OLX, ada yang nawar, deal, COD-an / ketemuan. Eh ternyata yang beli temen sendiri. Haha... Ya inilah kadang jodoh itu ga disangka-sangka. Ada aja jalannya.

Rebutan Kursi

SD rebutan kursi di depan
SMP rebutan kursi di tengah
SMA rebutan kursi di belakang
Kuliah rebutan kursi yang paling aman
Kerja rebutan kursi yang paling nyaman

Degradasi dilihat dari aspek kursi. Hehe... If you know what I mean.

Konon Indonesia

Konon Indonesia adalah Bangsa yang luar biasa, baik dari SDM (Sumber Daya Manusia) maupun SDA (Sumber Daya Alam). Konon Indonesia adalah Bangsa yang semakin muda, populasi pemuda semakin banyak. Konon itulah mengapa ada oknum yang berusaha menghancurkan generasi muda dengan segala cara dari hal yang paling sepele. 

Untuk apa? Ya agar Indonesia tidak bisa menjadi negara yang maju dan bisa mereka perlakukan semaunya, eksploitasi misal. Semoga ini hanya angan-angan yang tak benar adanya.

:)
Entah kenapa gagal paham sama sinetron macam Ganteng Ganteng Serigala, Tujuh Manusia Harimau, Malu-malu Kucing. Maksudnya gimana gitu lho. Kayaknya IQ saya kurang mumpuni. =,=

2 Fakta Kondangan

Setidaknya ada 2 fakta unik tentang Kondangan

Fakta #1
Pada undangan tidak tertulis anjuran untuk memberi amplop (yang berisi uang). Adanya anjuran berupa doa seperti semoga lekas sembuh, mohon doa restu, selamat menempuh hidup baru, dan sebagainya. Tapi entah kenapa tamu tetap membawa amplop tersebut.

Fakta #2
Hari datangnya kondangan pasti serentak atau hampir bersamaan. Seolah kaya musim duren, musim layangan, musim batu akik, dan musim kondangan. Hal ini diperkirakan penggunaan referensi primbon yang sama dalam menentukan hari baik. Atau entah kenapa selalu saja begitu.

Fakta #1 dan Fakta #2 jika digabungkan maka akan mengakibatkan kekeringan dompet sementara bagi tamu tersebut. =,=

This is Romantic

"Aku meminta seorang kerabat untuk mengenalkanku dengan seorang wanita. Lalu aku bersapa dengan dia (wanita tersebut) lewat facebook bulan Januari kemarin, bulan April keluargaku mengunjungi keluaraga wanita tersebut untuk melamar. Jadi yang melamar antar keluarga, sedangkan aku dan dia tak pernah berjumpa sama sekali karena aku sedang menempuh pendidikan di luar negeri dan dia di Indonesia. Alhamdulillah lamaran keluargaku diterima. Awal juli kami menikah, dan aku bisa melihat calon istriku tersebut H-1 sebelum akad. Alhamdulillah cocok. Sekarang kami sudah menjadi suami istri."

Begitulah kira-kira cerita dari teman (laki-laki) masa kecil yang saat ini telah menikah. Romantis bukan? Cukup satu paragraf saja cinta bisa menjadi romantis. Tak perlu berlama-lama cinta bisa menjadi hal yang indah. Jangan rusak alur ceritanya, karena Tuhan selalu memberikan kejutan bagi setiap hambanya yang mau sedikit lebih sabar.

Tipe Wajah

Ada 4 jenis tipe wajah:

Yang pertama, wajah yang bagus dicermin dan bagus difoto : Cakep
Yang kedua, wajah yang kurang bagus dicermin tapi bagus difoto : Fotogenik
Yang ketiga, wajah yang bagus dicermin tapi kurang bagus difoto : Lumayan
Yang keempat, wajah yang kurang bagus dicermin apalagi difoto : Takdir

Yang manakah anda? :P

#Just4Fun

Sibuk Adalah...

  • 0
"Sibuk adalah ketika seseorang memiliki prioritas dalam urusan tertentu yang lebih penting dan mendesak daripada urusan lainnya."

Dengan kata lain sibuk bisa jadi cara seseorang untuk mengatur prioritasnya. Mana yang harus dikerjakan terlebih dahulu, mana yang (terpaksa) harus ditinggalkan terlebih dahulu. 

Jadi bukan berarti sibuk tidak bisa diganggu sama sekali. Jika prioritas yang baru datang memiliki kepentingan yang lebih mendesak, maka seseorang akan cenderung meninggalkan prioritas sebelumnya yang kepentingannya tidak terlalu mendesak untuk prioritas yang baru yang lebih mendesak.

Emas dan Pasir

  • 0
Saya setuju jika jodoh itu harus diperjuangkan bukan hanya menunggu takdir, tapi ingatlah cara memperjuangkan itu beda-beda. Jangan menghakimi mereka yang kelihatannya tidak berjuang, karena kita tidak tahu apa yang sebenarnya sedang mereka lakukan dalam rangka perjuangan itu. Menggali emas tidak sama dengan menggali pasir, semua ada versinya masing-masing.
Gitu ya bro, jangan suka ngehina jomblo. Suatu saat kalo si jomblo nikah duluan sedangkan kamu yang dulu ngehina malah ngejomblo baru tahu rasa. Hahaha... Piss Bro.

Anak Kecil Masa Kini

Dulu anak kecil nonton kartun, orang dewasa nonton sinetron. Sekarang anak kecil nonton sinetron, orang dewasa nonton kartun. Dulu anak kecil ngeliat orang dewasa pacaran, sekarang orang dewasa yang ngeliat anak kecil pacaran. Ada yang ga beres di zaman ini.
Pengalaman seseorang biasanya objektif, artinya siapa saja biasanya mengalami hal yang serupa walaupun tidak sama persis. Yang kita lihat dari ramalan-ramalan itu ya sebenarnya pengalaman yang berlaku untuk siapa saja, tidak selalu tergantung dari hal tertentu seperti tanggal lahir, zodiak, golongan darah, dan sebagainya. #CMIIW

Indonesia Dahulu Kala

  • 0
Zaman dahulu penjajah perang fisik dengan Indonesia mereka kalah.
Zaman dahulu orang luar negeri belajar di Indonesia.
Zaman dahulu pola hidup nenek moyang kita sederhana namun sejahtera.
Dan sekarang kebalikannya.
Dijajah tanpa sadar.
Zaman sekarang dijajah mental dan mindsetnya misal dari tayangan televisi dan media massa.
Zaman sekarang sekolah di luar negeri adalah kebanggan sedangkan di dalam negeri sering dipandang sebelah mata.
Zaman sekarang pola hidup katanya semakin modern namun semakin tak bermoral dan beretika.
Tanpa sadar ratusan tahun bangsa ini masih Termiskinkan, Terbodohkan, Terbelakang, Tertindas, dan Terjajah. Bahkan semakin masif.
Konon 'Mereka' tahu jika Indonesia ini maju, maka Indonesia akan menjadi bangsa yang luar biasa. Untuk mencegah hal itu mereka terus melakukan upaya untuk membodohkan rakyat dan menjatuhkan mentalnya.
Rekomendasi Bacaan. Baca dulu biar tahu.

Ketika divonis sebagai Pencitraan

  • 0
Pernahkah kalian memiliki niat baik, sudah melakukan yang kita bisa semaksimal mungkin dan sebaik mungkin, tak ada pikiran macam-macam selain ingin berbuat baik, semuanya keluar dengan alami dengan sendirinya, tanpa rekayasa.

Dan pernahkah hal yang kalian lakukan diatas ada saja yang mengira hal tersebut adalah sebuah 'Pencitraan' atau mungkin bisa disebut mendekati 'Riya'. Dan bagaimana perasaan kalian?

Jika kita bilang kecewa ya kecewa, tapi ketika kita kecewa ketika divonis melakukan 'pencitraan' ada saja yang mengindikasikan bahwa kita tidak terima atau ketahuan telah melakukan pencitraan, yang sebenarnya tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.

Jika kita diam saja dan menerima disebut demikian, mungkin ada sedikit banyak rasa sesak di dada. Bagaimana tidak, ketika kita mencoba belajar berbuat baik justru dipatahkan dengan modus pencitraan.

Meskipun mereka hanya sekedar mengingatkan kita agar tidak melakukan pencitraan, tapi hal itu pada akhirnya memaksa kita untuk mengatakan alasan-alasan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan tadi yang sejatinya tidak perlu diucapkan karena akan terkesan tidak ikhlas. Ya seperti aku menulis tulisan ini, seharusnya aku tidak perlu menuliskan ini dalam blog, tapi aku terpaksa menulis ini agar kita tidak lagi curiga satu sama lain.

So, ketika ada orang yang sedang berbuat baik, balaslah dengan hal baik, positive thinking. Jangan justru dicurigai. Mengingatkan boleh, tapi lihat situasi, jangan sampai orang hendak berbuat baik saja mikir-mikir apakah dia 'riya' atau tidak yang akhirnya justru menimbul keraguan didalam dirinya.

Dan ketika hendak melakukan sesuatu memang harus didasari niat yang baik, niat untuk beribadah. Cukup lakukan sebaik mungkin, ikhlas dan diam jika ada sesuatu hal yang membuatmu ngedown. Karena yang tahu ikhlas tidaknya apa yang kita lakukan hanya kita dan Tuhan yang tahu. Urusan apa tanggapan orang terhadap apa yang kita lakukan itu biarlah menjadi urusan pribadinya.

Hanya unek-unek...

#CMIIW

"Terkadang berbuat baik tidak selamanya diterima dengan baik pula. Ikhlas dan Bersabarlah."