Hidup itu (bisa jadi) kaya Kaca Oneway

  • 0
Pada suatu sore dalam perjalanan di sebuah kota aku melihat pemandangan gedung-gedung yang megah nan indah. Jika temen-temen pernah liat di kota besar seperti Jakarta, banyak gedung yang megah menggunakan kaca bukan? 

Nah ketika melihat kaca tersebut apakah kita melihat bagian dalamnya dengan jelas? Pasti tidak kan? Namun coba kita berada di dalam dan melihat keluar, apakah kita dapat melihatnya lebih jelas baik ke dalam maupun ke luar? Yap, bisa. Setidaknya lebih jelas daripada kita melihat dari luar gedung.

Kenapa? 

Karena sifat Kaca Oneway yaitu satu arah, artinya orang dari dalam gedung bisa melihat keluar dengan jelas namun sebaliknya orang dari luar gedung tidak bisa melihat kedalam dengan jelas.

Bisa jadi kita melihat dari luar sebuah gedung perkantoran nan megah, kita bisa membayangkan betapa mewahnya gedung tersebut, terbayang pula betapa megahnya ruangan-ruangan didalamnya, kita bisa juga berpendapat bahwa gedung itu pasti aman dan nyaman, dan sebagainya.

But...

Tidak selamanya seperti itu. Coba masuk ke ruangan gedung nan megah itu, mungkin saja isinya para pegawai yang tengah stres, mungkin saja isinya kertas-kertas atau barang-barang yang berserakan, mungkin saja didalamnya tidak nyaman, dan sebagainya yang berlawanan dari bayangan kita sebelumnya saat melihat dari luar.

Dan ketika...

Kita menatap ke luar dari dalam gedung, maka kita akan tahu betapa banyak kekurangan gedung itu setelah sebelumnya kita kagum saat melihat dari luar.

Dan bagaimana seharusnya?

Ya, jika kita sebagai penghuni gedung tersebut pasti menginginkan gedung yang baik dilihat dari luar maupun dalam terlihat baik. Dengan begitu kita harus melakukan perbaikan, misal melakukan penataan ruangan, memperhatikan sirkulasi, mengecek kembali jadwal pekerjaan, dan sebagainya agar tercipta ruangan yang baik.

SEKARANG KITA ANALOGIKAN....

Anggap saja bagian luar gedung adalah cara orang memandangan diri kita, dan
Anggap saja bagian dalam gedung adalah kita yang berada dalam gedung tersebut.

Intinya, sebagaimanapun pendapat orang tentang kita, pada dasarnya kita sendiri yang lebih tahu tentang keadaan diri kita sendiri dan seharusnya kita tahu apa yang seharusnya kita lakukan untuk kebaikan kita. Dengan catatan kita dalam keadaan SADAR dan BERFIKIR SEHAT.

So, ketika orang lain memandang kita dengan kondisi apapun, jikalau itu bersifat membangun (dalam hal kebenaran) maka dengarkan dan jadikan bahan introspeksi diri. Jikalau itu bersifat menjatuhkan, cukup jadikan bahan bakar untuk melesat dari yang mereka kira dengan Action, bukan sekedar omongan belaka.

Karena hidupmu ditentukan oleh jalanmu sendiri, tapi jangan lupakan orang di sekelilingmu, bisa jadi mereka adalah suplemen tambahan bagimu.

Hanya opini dan unek-unek saja.... :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar