Lemahnya dirimu tergantung Mentalmu

  • 0
Hari itu aku melakukan perjalanan dari Solo menuju Semarang. Setelah satu jam berteduh di pinggir jalan, hujan tak kunjung berhenti. Akhirnya aku masukkan tas-ku kedalam jaket dan membungkus barang berharga dengan kantong kresek yang sudah aku bawa.

Aku menerjang gerimis yang cukup lebat, membuat seluruh pakaianku basah. Tiba saat di Boyolali, rasa dingin itu mulai menusuk. Membuat gigi ngilu dan tangan mati rasa. Tapi itu belum seberapa, hingga akhirnya sampai ke Jalan Lingkar di Salatiga. Jalan raya ini cukup gelap, berkabut, dan semakin dingin. Kilat seolah menjadi teman penerang saat itu. Sesekali aku mengeluh kedinginan, berfikir yang aku alami ini adalah hal yang paling mendebarkan sepanjang hidupku. *Lebaaay*. Haha...

Hingga akhirnya aku berhasil keluar dari Salatiga, aku mampir ke Indomaret untuk mengecek keadaan barang bawaanku. Singkat cerita aku memutuskan untuk membeli jas hujan karena hujan masih lebat dan aku sudah kedinginan.

Saat aku bersiap berangkat, tiba-tiba datang seorang lelaki paruhbaya mungkin sekitar 50 taunan. Menggunakan sepeda kuno, dengan gerobak siomay dibelakangnya. Menggunakan celana pendek, kaos, topi, dan mantol plastik transparan yang dikenakannya. "Kayaknya si bapak itu mau beli rokok karena kedinginan". Pikirku demikian.

Tak lama, bapak itu mencopot plastik yang dikenakannya, lalu masuk ke Indomaret. Aku lihat dari luar, ternyata yang beliau beli adalah satu kaleng susu, dan beberapa bungkus mie instan. Lalu beliau keluar Indomaret seperti biasa, mengenakan kembali plastik mantolnya, dan tanpa pikir panjang beliau langsung pergi entah kemana, mungkin pulang. "Akhirnya bisa beli susu buat anak sama mie instan buat istriku". Pikirku sekarang.

Sedangkan aku? Masih menggigil sambil merapihkan barang bawaan sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.

Ternyata, mentalku teramat lemah, baru merasakan kedinginan seperti ini saja masih sempat mengeluh. Lihat bagaimana bapak tadi tak menghiraukan kedinginan.

Ini mengingatkanku dengan statement dari seseorang yang aku lupa siapa.
"Ketika kamu hujan-hujanan dengan keadaan gembira mungkin karena bersama kekasih, atau anak-anak kecil yang hujan-hujanan karena asik bermasin, maka dia tidak akan sakit setelah itu. Namun ketika kamu hujan-hujanan dengan hati yang gelisah, bimbang, atau kurang bersemangat, maka gerimis pun dapat membuatmu jatuh sakit. Karena hatimu atau jiwamu, akan mempengaruhi otak dan mentalmu, yang berdampak pada ragamu sendiri."
Jadi sekarang kita jangan gampang mengeluh ya. Tetap semangat apapun yang terjadi. Kendalikan jiwa dan mentalmu, maka ragamu akan mengikutinya. :D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar