Ketika divonis sebagai Pencitraan

  • 0
Pernahkah kalian memiliki niat baik, sudah melakukan yang kita bisa semaksimal mungkin dan sebaik mungkin, tak ada pikiran macam-macam selain ingin berbuat baik, semuanya keluar dengan alami dengan sendirinya, tanpa rekayasa.

Dan pernahkah hal yang kalian lakukan diatas ada saja yang mengira hal tersebut adalah sebuah 'Pencitraan' atau mungkin bisa disebut mendekati 'Riya'. Dan bagaimana perasaan kalian?

Jika kita bilang kecewa ya kecewa, tapi ketika kita kecewa ketika divonis melakukan 'pencitraan' ada saja yang mengindikasikan bahwa kita tidak terima atau ketahuan telah melakukan pencitraan, yang sebenarnya tidak terpikirkan oleh kita sebelumnya.

Jika kita diam saja dan menerima disebut demikian, mungkin ada sedikit banyak rasa sesak di dada. Bagaimana tidak, ketika kita mencoba belajar berbuat baik justru dipatahkan dengan modus pencitraan.

Meskipun mereka hanya sekedar mengingatkan kita agar tidak melakukan pencitraan, tapi hal itu pada akhirnya memaksa kita untuk mengatakan alasan-alasan mengapa kita melakukan apa yang kita lakukan tadi yang sejatinya tidak perlu diucapkan karena akan terkesan tidak ikhlas. Ya seperti aku menulis tulisan ini, seharusnya aku tidak perlu menuliskan ini dalam blog, tapi aku terpaksa menulis ini agar kita tidak lagi curiga satu sama lain.

So, ketika ada orang yang sedang berbuat baik, balaslah dengan hal baik, positive thinking. Jangan justru dicurigai. Mengingatkan boleh, tapi lihat situasi, jangan sampai orang hendak berbuat baik saja mikir-mikir apakah dia 'riya' atau tidak yang akhirnya justru menimbul keraguan didalam dirinya.

Dan ketika hendak melakukan sesuatu memang harus didasari niat yang baik, niat untuk beribadah. Cukup lakukan sebaik mungkin, ikhlas dan diam jika ada sesuatu hal yang membuatmu ngedown. Karena yang tahu ikhlas tidaknya apa yang kita lakukan hanya kita dan Tuhan yang tahu. Urusan apa tanggapan orang terhadap apa yang kita lakukan itu biarlah menjadi urusan pribadinya.

Hanya unek-unek...

#CMIIW

"Terkadang berbuat baik tidak selamanya diterima dengan baik pula. Ikhlas dan Bersabarlah."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar