Malam itu mereka datang, terlihat lelah dengan membawa makanan, majic jar, tikar, dan lain lain layaknya ingin mengajakku "San, ayo berkemah!". Haha... Malam itu kami tidur satu kamar melepas lelah bersama, sedangkan saudaraku yang lain dikamar sebelah. Fenomena yang jarang terjadi sejak aku mulai SMP.
Pagi itu dia terbangun pukul 4 pagi, aku tahu namun aku pura-pura tidur. Seperti biasa dia mempersiapkan segala sesuatu sebelum berangkat ke sebuah acara yang tampaknya terkesan spesial bagi mereka. Ya, dia menyiapkan sarapan, menyetrika bajuku, dan mencuci piring. Sedangkan yang lain mulai bersiap, membersihkan diri dan menyiapkan pakaian.
Pukul 07.00 kami menuju ke sebuah tempat yang biasa bagiku, namun terlihat mewah bagi mereka. Ku antar mereka sampai pintu masuk dan memastikan mereka sudah masuk kedalam ruangan itu.
Dan rasa itu pun mulai muncul, astaghfirullah... 'apa yang bisa dibanggakan dari seorang Sandy kepada mereka di moment langka ini? ah sudahlah...'
Lalu tiba saatnya momen itu datang, mereka berjalan mencariku dengan bingung, haha... mungkin tatapannya berkata 'anakku mana ya?'. Aku melambaikan tangan, dan mereka tersenyum seperti biasanya. Mereka menggunakan pakaian sesuai harapan, seragam PKK dan batik kondangan... Haha... I like it ! :D
"Tadi mau pake jas eh mamas mintanya batik yaudah..." Pungkasnya, "Lho... terlalu mainstream... Simple kaya gini..." Jawabku.
Kembali ke tempat duduk, dan tak lama acara itupun usai. Setelah menyempatkan diri bertemu kerabat, aku bergegas mencari mereka yang telah menunggu. "Ciyeee dapet bunga dari siapa tuh..." Tutur saudaraku, "Dari temen-temen..." Jawabku santai. "Selamat ya, semoga sukses..." Ucap mereka semua kepadaku sambil bersalaman. Lalu tuyul cantik itu datang dengan membawa bunga... Haha...
Kita semua kembali ke tempat singgah, tempat yang biasanya aku gunakan untuk beristirahat saat kuliah. Kami mulai menyantap bekal yang telah dibawa mereka. Setelah itu? Mereka bersiap untuk kembali ke kampung halaman.
Terselip gurauan "Pacarnya mana?" kata saudaraku. "Ah engga pacaran dulu... (padahal ga laku)" jawabku santai, "Fokus karir dulu aja..." dia menambahkan. "Ya setidaknya buat motivasi biar semangat gitu.." tambah saudaraku. "Kalo motivasi mah inget mereka aja..." ucapku. "Oh syukurlah kalo begitu..." jawab saudaraku lega.
"Wah sayang sekali ga dapet slempang ya..." Ucapku. "Iya dikit lagi ya... Gapapa ini udah bagus..." jawab dia meyakinkanku.
Dan akhirnya tiba saatnya untuk mereka semua pulang, dia membangunkanku yang tertidur beberapa menit. Lalu mereka memberi selamat dan pamit pulang kepadaku dengan tatapan penuh harapan... "Nak, Selamat berjuang dan semoga sukses ya..." mungkin itu yang aku tangkap dari tatapan mereka semua.
"Kawan, ketika kalian hendak melakukan hal-hal yang aneh-aneh cukup ingat raut wajah mereka ketika mereka kecewa. Ingat wajah mereka yang semakin berumur. Percayalah, yang mereka harapkan hanya satu, bisa melihatmu tumbuh dewasa menjadi anak yang berbakti dan hidup lebih baik dari mereka"
Thanks... Love you all of my family. Mama, Bapak, Firdha, Dede Rahma, Bulik, Om dan semuanya.
^_^
Aaaaaaaaaaaaaaaaaaa.... Mengharukaann!!! :"""((
BalasHapusNice Post bgt daahh!!!! X"D (y) (y) (y)
Makasih ova... :D
BalasHapus